Sabtu, 08 Februari 2014

Sama


Aku menggigil lagi. 

Terhitung sudah dua puluh tiga kali aku yang menunggunya di depan cafe ini jam sepuluh malam dan hujan. Menggigil ditelan atmosfer kutub. Padahal ini negara tropis.

Aku menghela napas berkali-kali. Aku bisa saja marah, tapi beruntung cuaca seperti ini selalu berhasil meredam amarah. Bahkan untuk sekedar membalas sms-nya dengan kata-kata tegas saja aku enggan. Mungkin inilah alasan dia memilih waktu dan tempat seperti ini untuk bertemu, agar hilang marahku, agar aku tetap menjadi putri yang manis, bukan seekor naga yang siap menyemburkan api.

Aku selalu tidak bisa marah karena dingin hujan seperti ini. Atau..? Mungkin karena perasaan lain?

Pernah?

Apa kau pernah jatuh cinta De?

Aku pernah.

Jika melupakan butuh waktu satu tahun, akan kujalani, De.
Tapi terkadang dua tahun... tiga... atau lebih, ingatan itu tetap di sana. Masih sama besarnya dengan rasa cinta.

Rabu, 28 Agustus 2013

Madu dan Kurma


Kuamati lagi pintu tokonya yang kecoklatan. Hening. Masih hening. Garasi yang biasanya ia buka pagi-pagi masih rapat terkunci. Si Gadis Kurma tepat lima hari tidak menampakkan diri. Tapi ini bukan jadwal mudik.

Desas desus ku dengar ia pulang ke Lombok, meneruskan toko Kurma warisan ayahnya. Pun menjaga ibunya yang sudah sakit-sakitan. Katanya ia sudah bosan berdagang di tepian Musi. Selain sepi pembeli, orangnya pun sulit diajak beramah tamah. Tapi aku tidak percaya. Dia masih punya janji yang harusnya lebih penting dari sepotong warisan.

Selasa, 01 Januari 2013

Tirai Violet pada Jendela


Rumah tanpa jendela

Kenapa tiba-tiba kaca-kaca rumah kita pecah? Mamak memungutinya, satu persatu serpih, menyapu debunya. Bapak mengambil papan-papan bekas, memotongnya satu meter-satu meter, memakunya berjajar. Kasar sekali papan itu. Aku tahu kita tidak punya cukup uang untuk membeli selembar amplas. Bapak berpeluh duduk menduduki papan memandangi jendela kita. Aku tahu yang bapak pikirkan.

“Nak, berhentilah mengeluh tentang hidup. Kamu kan teko. Jangan melulu minta diisi, cobalah menuang sesekali.”

Mungkin malah kau tidak tahu kalau mamak sesenggukan di setiap ujung malam.  Aku tahu dia tahajud. Pernah suatu hari kupergoki, dia terkejut. Tapi kemudian dia memelukku, berpesan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komunitas Blogger Muslim