Senin, 06 Juni 2011

Dia Seharusnya

Dia Seharusnya



Dia hanya seorang laki-laki, bertulang tak berdaging
yang menjual peluh dalam gulatan debu.
Lalu apa?



Dia belum kalah.
Langkahnya tersaruk tanpa mengiba.
Parit-parit di dahinya memanjang diterjang aliran waktu.
Dia tak punya senyum seindah mekar mentari kala pagi.
Tapi lihat mata senjanya, nyaris mengalahkan kedamaian langit Tuhan.



Lalu Apa?
Apa yang dicarinya dalam kepulan karbon monoksida?
Apa yang dicarinya dalam deraian air mata?
Apakah hanya sesuap nasi?
Atau demi perut yang hampa, merintih?



Bukan!
Dia hanya Amirul
Yang inginkan cinta layaknya Arjuna
Dari pujangga-pujangga yang takkan pernah paham.
Dia hanya Amirul
Yang tak ingin dikutuk Pencipta
Karena kekalahan berperang dengan keharusan.



Tapi dia belum kalah.
Dia masih punya benih yang kan bersujud di sepertiga malam
Menunduk dengan tangan tengadah
Meratap dengan suara berdarah
“Tuhan, dia layak dapatkan surga,”


8 Maret 2009



1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komunitas Blogger Muslim