Senin, 06 Juni 2011

Pidato buat Putri

Adikku memang manja,,
tapi aku tetap sayang (halah, padahal lek ketemu tak uring-uring terus,, :D)
Tahun ini Putri lulus SD InsyaAllah.. udah mau SMP.. Mau perpisahan, dipercaya gurunya untuk pidato mewakili temen-temennya.
Ada cerita lucu, bikin ketawa.


Putri sudah bikin naskah pidato yang berhari-hari dia rancang. Setelah selesai, dengan bangga dia ingin  menunjukkannya ke mamak. Pas hari itu ternyata mamak lagi pergi, Putri inisiatif narok kertas pidatonya di meja warung di depan rumah supaya kalau mamak pulang bisa langsung dilihat. Beberapa waktu kemudian Putri yang baru pulang mencari mamak dan kertas pidatonya. Mamak ada tapi kertasnya nggak ada. Putri bingung, sibuk ke sana kemari mencari kertas keramatnya. Datang mamak menanyakan sedang nyari apa. Putripun menceritakan apa yang terjadi. Hahahahaha,, ternyata mamak bilang "Wis mamak nggo bungkus blonjoan mau," (udah mamak pakai untuk membungkus belanjaan tadi. Hahaha,, kasian Putri.
Yah jadilah, keluar jurus manjanya. Putri mulai nangis dan ribut sepanjang hari. Bapak ikutan pusing. And the last, bapak nelpon aku nyuruh bikinin pidato untuk Putri.

:D

lucu yang menyedihkan. Aku juga akhirnya...

Ni sudah kubikinin, dengan susah payah, menyesuaikan bahasa mahasiswa yang berat (nggaya, haha) untuk pidato anak SD.
Yeah, this one:


Assalamualaikum wr wb.

Alhamdulillah hirohmannirohim, atas berkat rahmatnya, akhirnya , hari ini kita dapat bertemu dalam acara perpisahan siswa kelas 6 SD N sidoharjo.
Solawat serta salam selalu kita sanjungkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang mengajari kita tentang kebaikan dan keburukan, sehingga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.
Yang terhormat ....

Saya di sini sebagai perwakilan siswa kelas 6, ingin menyampaikan beberapa hal.
Tidak terasa, 6 tahun sudah kami menuntut ilmu di SD tercinta ini. Banyak hal yang kami dapatkan. Namun semua itu tidak lepas dari dukungan banyak orang. Kami tidak bisa seperti sekarang tanpa mereka.

Pertama, Kami mengucapkan terima kasih kepada ke dua orang tua kami. Sejak kecil kami dirawat dengan penuh kasih sayang. Tidak pernah sekalipun mengharapkan balasan. Semua bekal diberikan untuk keberhasilan kami di masa depan. 6 tahun lalu, kami di antar menuju tempat pendaftaran SD. Ditemani masuk kelas, walaupun tidak jarang juga kami merengek minta jangan ditinggal saat kelas sudah dimulai. Maaf Pak, Bu, jika kami sangat merepotkan kalian. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan kalian.Kami akan berusaha agar pengorbanan dan kasih sayang yang telah kalian berikan selama ini tidak menjadi sia-sia.

Selanjutnya kepada bapak ibu Guru. Tidak mampu kami mengungkapkan betapa besarnya rasa terima kasih kami. Dari awal masuk, saat itu ketika kami hanya bayi-bayi yang belum mengerti apapun, yang hanya tahu makan tidur dan bermain, lalu kalian didik kami, hingga kini kami bisa membaca, berhitung, berprestasi, kami jadi tahu yang mana yang baik yang mana yang buruk. Kalau kegiatan belajar mengajar itu hanya dibatasi hingga UN yang kami jalani kemaren, tidak begitu dengan teladan yang kalian berikan kepada kami. Kami tidak pernah berhenti belajar dari mu,  setiap waktu, tidak hanya saat belajar di kelas. Bahkan hingga hari ini kalian terus memberi teladan kepada kami. Benarlah kata-kata dalam lagu itu, kalian adalah pelita dalam kegelapan, pahlawan tanpa tanda jasa. Kami tidak punya apa-apa untuk membalas semua hal yang telah kalian berikan kepada kami.  Kami hanya mampu berdoa, semoga kalian diberi kemuliaan oleh Allah, semoga ilmu yang kalian berikan menjadi amal berpahala yang terus mengalir hingga hari akhir nanti. Semoga kami bisa menjadi seperti kalian yang selalu mengabdi tanpa pamrih. Amiiinnn...

Terima kasih kepada semuanya. Kami mohon maaf atas kesalahan yang sering kami lakukan. Kami sering nakal, sering menggangu, sering tidak taat. Kami mohon maaf.

Kepada teman-teman: Ayo Semangat! Setelah lulus ini bukan berarti belajar kita sudah selesai. Masih panjang jalan kita. Kita harus bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita harus menjadi generasi penerus yang membanggakan. Berusaha sekuat tenaga kita. Kita tidak boleh putus sekolah hanya karena tidak ada uang, karena malas, atau karena alasan yang lain. Kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan mereka yang telah sepenuh hati memberikan yang terbaik untuk kita. Ayo terus belajar!

Akhirnya, kami mohon doa restu kepada semuanya. Semoga kami bisa lulus dengan hasil terbaik. Semoga kami bisa meneruskan ke SMP, SMA, Perguruan Tinggi, ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Semoga kami bisa mencapai cita-cita kami. Kami bisa menjadi dokter yang baik, menjadi polisi yang bertanggung jawab, menjadi ilmuwan yang cerdas, menjadi guru yang berbakti, menjadi petani dengan penghasilan melimpah, menjadi pedagang yang sukses, menjadi presiden yang memajukan Indonesia.
Amiiinnn....
Semoga Allah mengabulkan...

Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam menyampaikannya.
Akhir kata, wassalamualaikum wr wb



SD yang sama ketika aku menyampaikan pidato perpisahan dulu, 7 tahun yang lalu.
Hmmm... rindu masa-masa itu...
:)

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Komunitas Blogger Muslim